Desa yang Bangkit
Ditengah keadaan Desa yang bisa
dikatakan tak terjaga, sampah yang berserakan, sampah yang mulai membusuk dan
mulai berair, air yang menggenang menyebabkan bau busuk dan ditambah dengan air
hujan yang selalu mengguyur Desa tersebut. Bila ada orang Kota yang datang
kedesa tersebut yang ditemui hanyalah yang sangat tidak menyenangkan
dikarenakan jalan-jalannya yang banyak tertebar sampah, rumah-rumah tua yang
tak terawat lebih mirip kandang yang berdempetan. Dengan orang-orang desa yang
termenung sepanjang hari diteras rumah bersama segelas kopi, yang dekil dan
selalu bermuka masam dan anak-anak yang kurus. Satu satunya penghubung menuju
desa hanyalah jembatan bambu kecil disungai yang tinggal mununggu hancur, untuk
menemukan kendaraan bermotorpun harus menempuh belasan kilometer hingga tiba
didesa lain.
Hingga ada
seseorang yang berani dan mempunyai tekad untuk mendatangi desa tersebut, orang
–orang desapun hanya melirik, tidak menyapa ataupun mendatanginya. Sehingga
orang tersebut mendatangi Kepala Desa memiliki rumah tak jauh berbeda dengan
penduduknya. Kepala Desa hanya memiliki rumah abad 19 yang hampir roboh jika
diterpa angin. Orang yang datang kedesa tersebut, sebut saja Doni yang berasal
dari Jakarta untuk penelitian sastranya yang datang kedesa hanya berbekal tas
yang berisi perlengkapan perjalanan. Sesampainya dirumah Kepala Desa. Doni
berkata Kepala Desa tentang lingkungannya, akhirnya Doni membantu desa tersebut
untuk lebih semangat bekerja dari keterpurukannya, dihari pertama Doni
memberikan penyuluhan tapi sebagian penduduk menghiraukannya, dihari kedua
hanya sedikit perkembangan, hari selanjutnya Doni memberikan semacam penyuluhan
lagi, mungkin dikata-kata Doni membantu kepada penduduk tentang lingkunan.
Orang-orang desa mulai untuk membersihkan sampah yang berserakan dan
membersihkan semua yang kotor, hari selanjutnya hampir dari semua penduduk
memperbaiki rumah dengan bahan bahan sederhana, dan tidak ada yang lebih mewah.
Hari selanjutnya penduduk membuka lahan Pertanian, bantuan dari Doni. Dan
membuka pasar agar semua dapat mengembangkan Ekonomi desa, Hari terakhir Doni
berada disana. Semua terlihat indah.
Selesai
semua bekerja Doni pun melanjutkan penelitian dan berpamitan untuk pulang
keKota. Seusai Doni ppulang tak lama banyak orang kota ingi bekerja sama dengan
desa tersebut. Akhirnya berkat bantuan Doni Desa tersebut bangkit dari
keterpurukannya yang dulu pernah banyak sampah berserakan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar