Rabu, 15 Mei 2013

Tugas Bahasa Indonesia



Desa yang Bangkit
            Ditengah keadaan Desa yang bisa dikatakan tak terjaga, sampah yang berserakan, sampah yang mulai membusuk dan mulai berair, air yang menggenang menyebabkan bau busuk dan ditambah dengan air hujan yang selalu mengguyur Desa tersebut. Bila ada orang Kota yang datang kedesa tersebut yang ditemui hanyalah yang sangat tidak menyenangkan dikarenakan jalan-jalannya yang banyak tertebar sampah, rumah-rumah tua yang tak terawat lebih mirip kandang yang berdempetan. Dengan orang-orang desa yang termenung sepanjang hari diteras rumah bersama segelas kopi, yang dekil dan selalu bermuka masam dan anak-anak yang kurus. Satu satunya penghubung menuju desa hanyalah jembatan bambu kecil disungai yang tinggal mununggu hancur, untuk menemukan kendaraan bermotorpun harus menempuh belasan kilometer hingga tiba didesa lain.
            Hingga ada seseorang yang berani dan mempunyai tekad untuk mendatangi desa tersebut, orang –orang desapun hanya melirik, tidak menyapa ataupun mendatanginya. Sehingga orang tersebut mendatangi Kepala Desa memiliki rumah tak jauh berbeda dengan penduduknya. Kepala Desa hanya memiliki rumah abad 19 yang hampir roboh jika diterpa angin. Orang yang datang kedesa tersebut, sebut saja Doni yang berasal dari Jakarta untuk penelitian sastranya yang datang kedesa hanya berbekal tas yang berisi perlengkapan perjalanan. Sesampainya dirumah Kepala Desa. Doni berkata Kepala Desa tentang lingkungannya, akhirnya Doni membantu desa tersebut untuk lebih semangat bekerja dari keterpurukannya, dihari pertama Doni memberikan penyuluhan tapi sebagian penduduk menghiraukannya, dihari kedua hanya sedikit perkembangan, hari selanjutnya Doni memberikan semacam penyuluhan lagi, mungkin dikata-kata Doni membantu kepada penduduk tentang lingkunan. Orang-orang desa mulai untuk membersihkan sampah yang berserakan dan membersihkan semua yang kotor, hari selanjutnya hampir dari semua penduduk memperbaiki rumah dengan bahan bahan sederhana, dan tidak ada yang lebih mewah. Hari selanjutnya penduduk membuka lahan Pertanian, bantuan dari Doni. Dan membuka pasar agar semua dapat mengembangkan Ekonomi desa, Hari terakhir Doni berada disana. Semua terlihat indah.
            Selesai semua bekerja Doni pun melanjutkan penelitian dan berpamitan untuk pulang keKota. Seusai Doni ppulang tak lama banyak orang kota ingi bekerja sama dengan desa tersebut. Akhirnya berkat bantuan Doni Desa tersebut bangkit dari keterpurukannya yang dulu pernah banyak sampah berserakan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar